Tampilkan postingan dengan label Software. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Software. Tampilkan semua postingan

Alamat Internet Habis, Bagaimana Selanjutnya?

Sabtu, 05 Februari 2011

Isu akan habisnya IPv4 sudah bergaung di kalangan pelaku internet beberapa tahun terakhir ini. Berbagai kalkulasi dilakukan, dan hingga pertengahan tahun lalu, habisnya freepool IPv4 di IANA (Internet Assigned Numbers Authority) diperkirakan pada sekitar pertengahan tahun 2011 ini.

Alokasi IP Address di dunia diatur oleh IANA, dan di bawahnya ada pembagian lima wilayah berdasarkan geografi. Indonesia bernaung di bawah Asia Pacific Network Information Centre (APNIC) yang berpusat di Australia.

1 Februari 2011, IANA mengabulkan permintaan APNIC dan memberikan 2 blok /8 terakhirnya. Dan, inilah saat habisnya freepool IPv4 di IANA. Memang, masih ada 5 blok /8 lagi yang disimpan IANA, tetapi blok tersebut segera dibagikan secara merata ke setiap wilayah: Asia Pasifik, Amerika Utara, Amerika Latin, Afrika, dan Eropa. Lima blok terakhir ini juga akan dialokasikan ke pengguna dengan tata cara yang jauh lebih ketat dari sebelumnya dan jumlah maksimal yang jauh lebih kecil.

"Ini adalah sejarah besar dalam perkembangan internet di dunia meskipun telah diantisipasi jauh hari sebelumnya," ucap Raúl Echeberría, Direktur Number Resource Organization (NRO), yang merupakan perwakilan resmi lembaga pengelola IP Address di tiap wilayah. "Masa depan internet adalah IPv6. Semua komponen yang terkait harus melakukan langkah nyata untuk segera menggunakan IPv6," ujarnya.

Habisnya IPv4 ini memang merupakan pukulan yang cukup berat untuk sebagian besar negara di kawasan Asia Pasifik. "Kawasan ini merupakan wilayah dengan populasi terbesar di dunia dan memiliki pertumbuhan ekonomi yang pesat. Hampir semua negara sedang mengembangkan infrastruktur internetnya dengan pesat." kilah Geoff Huston, Chief Scientist APNIC.

Kendala yang dihadapi

Ada beberapa kendala yang akan dihadapi dengan habisnya freepool IPv4 ini.

Pertama, penyedia infrastruktur dan jaringan akan sulit untuk memberikan alokasi IP publik ke pelanggan baru. Terpaksa dilakukan penggunaan IP private dengan proses penerjemahan alamat. Secara umum memang pelanggan bisa mengakses internet, tetapi ada beberapa aplikasi khusus yang menuntut adanya koneksi langsung menjadi tidak bekerja. Membuat ISP baru akan menjadi hal yang hampir mustahil dilakukan jika tidak tersedia alokasi IPv4 yang baru.

Kedua, di sisi penyedia server, adanya penambahan IP publik adalah syarat mutlak untuk menambahkan server. Server konten yang bertujuan untuk diakses banyak pengunjung dari internet membutuhkan IP publik. Tidak tersedianya IP publik secara langsung akan menghambat perkembangan industri konten.

Lakukan sekarang

Bagi penyedia konten, pemilik jaringan yang besar, kampus, bank, dan berbagai institusi yang memiliki jaringan serta konten internet, masih ada sedikit waktu untuk segera meminta alokasi IPv4 sekaligus langsung menjalankan IPv6.

Ada banyak keuntungan apabila kita memiliki IPv4 sendiri. Kita bisa berlangganan ke lebih dari satu ISP dan melakukan load balance serta sekaligus fail over untuk beberapa tautan upstream tersebut. Kita juga lebih fleksibel untuk berpindah ISP karena tidak perlu mengubah alamat IP karena alamat IP yang kita gunakan memang dialokasikan secara permanen ke kita, tidak tergantung pada pinjaman IP dari ISP.

Untuk penyedia konten seperti perbankan, memiliki IP sendiri juga lebih baik dari sisi keamanan. Jika dilakukan whois pada alamat IP tersebut, data yang tercantum adalah identitas institusi kita sendiri, bukan ISP tempat kita berlangganan.

Institusi yang ingin mendapatkan alokasi IPv4 bisa menghubungi Indonesia Network Information Center (IDNIC) di web www.idnic.net atau e-mail hostmaster@idnic.net

Migrasi ke IPv6

Di masa depan, IPv6 adalah jawaban pasti atas masalah habisnya IPv4 ini. IPv6 menjanjikan jumlah yang jauh lebih banyak. Jika IPv4 hanya berjumlah 4,3 milyar IP, IPv6 berjumlah 4 triliun triliun triliun triliun IP. Sungguh perbedaan jumlah yang sangat signifikan.

Selain itu, IPv6 juga menjanjikan protokol keamanan yang lebih baik karena protokol keamanannya bersifat bawaan, tidak seperti IPv4 yang bersifat opsional.

Semua pihak yang terkait dengan penggunaan jaringan dan IP Address diharapkan saat ini juga mulai melakukan migrasi ke IPv6. Dalam beberapa waktu mendatang, IPv4 dan IPv6 berjalan bersamaan (dual-stack) hingga satu saat nanti kita bisa sepenuhnya menikmati penggunaan IPv6.
sumber : kompas tekno

Continue Reading | komentar

Awas, Toko Online Gadungan di Facebook

Sejak makin populer digunakan sebagai layanan jejaring sosial, Facebook mulai dimanfaatkan pelaku bisnis untuk menawarkan barangnya secara online. Namun, belakangan ternyata banyak yang mencoba menyalahgunakan untuk melakukan penipuan.

Aksi yang mereka lakukan umumnya dengan membuat daftar barang dengan harga sangat miring. Harga yang ditawarkan pun bisa di bawah setengah harga normal barang resmi dengan foto-foto pendukung yang meyakinkan.

Namun, jika diteliti lebih lanjur ada yang mencoba menjual barang palsu. Misalnya, ada yang menawarkan tablet BlackBerry BlackPad. Padahal tak ada produk BlackBerry BlackPad. Nama tersebut hanyalah rumor sebelum RIM memberi nama tablet BlackBerry PlayBook. Itu pun baru baru tersedia beberapa bulan lagi.

Pelaku juga membuat disclaimer yang meyakinkan tidak ada tindak penipuan dalam transaksinya sehingga seolah-olah bukan toko online gadungan. Mereka juga menyediakan nomor telepon yang dapat dihubungi secara langsung kapan saja. Bahasanya pun hangat dan lihai melakukan penjebakan dengan cara apapun. Juga info meyakinkan bahwa pembeli bisa mengecek barangnya lewat layanan pengiriman barang seperti Tiki JNE.

Nama-nama yang dipakai macam-macam dari nama orang maupun nama toko. Alamat lengkap juga disertakan. Beberapa pelaku biasanya langsung menghapus atau mengganti nama akun Facebook-nya begitu tercium banyak orang telah melakukan tindak penipuan.

Namun, semua iming-iming tersebut hanyalah jebakan. Beberapa pengguna Facebook pernah menjadi korbannya. Misalnya, penipuan yang dialami Aprilia Paramitasari, seorang kompasianer, anggota jejaring blog Kompasiana. Dalam tulisannya beberapa waktu lalu, ia menceritakan pedihnya tertipu hanya karena iming-iming harga miring.

"Beberapa hari yang lalu, saya melihat iklan di Facebook dengan nama akun facebook Aulia Celluler Shop. Sebuah laptop merek Sony Vaio VPCEB16FG 14 inch baru dijual Rp. 3.750.000. Harga yang sangat murah untuk laptop merek tersebut," cerita dia.

Ia mengaku tidak berniat membelinya karena telah memiliki laptop. Namun, informasi tersebut direkomendasikannya kepada kakaknya yang kebtulan tengah butuh laptop. Alamat itu pun kemudian dikirimkan kepada sang kakak sebagai referensi.

"Melihat murahnya harga laptop tersebut, kakak saya tertarik untuk membelinya. Bakan tidak hanya kakak saya, tapi juga seorang temannya juga, serta pacar saya," lanjutnya.

Mendapat sambutan positif, ia pun menelepon pemilik toko online tersebut seperti tertulis di halaman akunnya. Ia mengaku penerima telepon menyambut ramah dan memintanya mengirim pemesanan dengan format SMS yang diminta. Setelah terkirim ada SMS jawaban untuk mentransfer harga yang diminta.

Ia mengakui kakaknya sempat curiga dengan toko onlien tersebut. Namun, ia mencoba meyakinkan bahwa untuk bertransaksi di toko online memang biasanya seperti itu. Bahkan, untuk meyakinkan sekali lagi, ia menelepon pemilik toko.

"Untuk meyakinkan kakak saya, saya menghubungi si penjual online dan meminta alamat toko mereka dan meminta nomor lain yang bisa dihubungi jika terjadi masalah dengan barang yang saya beli," ujarnya.

Jebakan di ATM

Setelah uang ditransfer, pemilik toko tak juga memberikan nomor resi pengiriman barang. Ia pun kembali menghubungi dan menagih nomor tersebut. Tapi, bukannya diberikan nomor resi, ia disuruh ke ATM.

"Dia mengatakan saya bisa mendapatkan no resi pengiriman barang jika saya pergi ke ATM, karena dia bilang dia melakukan transaksinya via internet banking dan dia akan memberi tahukan kepada saya bagaimana cara mendapatkan no resi tersebut jika saya telah ada di ATM," jelas dia.

Kontan ia menolak repot-repot karena setahu dia nomor resi tercantum di blanko pengiriman. Pemilik toko pun akhirnya bersedia memindai blanko pengiriman dan akan di-upload ke akun Facebook serta menge-tag dia.

"Tak berapa lama, saya diberitahu bahwa bukti resinya telah di upload dan di tag kan kepada saya, sambil si penjual meminta maaf karena dalam paket barang saya terdapat paket barang orang lain berupa sebuah Apple iPad. Saya bilang itu bukan kesalahan saya, dan kalau memang benar barang tersebut 'nyangkut' di paket saya, saya akan segera mengirimkannya kembali kepada mereka jika barang tersebut sudah di tangan saya. Si penjual pun setuju," lanjut dia.

Saat nomor resi dicek ke situs web penyedia jasa pengiriman dimaksud, ternyata tidak ada. Ketika ditanyakan, sang penjual pun tak merasa bersalah malah menyalahkannya karena tidak mau ke ATM sehingga barang tidak bisa terkirim. Ia pun masih mencoba berharap barang terkirim meski belum sampai.

Namun, ditunggu berhari-hari, barang yang dibeli tak juga datang. Ia pun mulai khawatir dan menelepon lagi nomor pemilik toko. Namun, sampai sekarang tak pernah lagi diangkat. Merasa jadi korban penipuan, ia berniat melaporkan tindakan tersebut ke polisi.

"Saya sudah berusaha menghubungi pihak penjual yang anehnya masih bisa, karena nomor handphonenya masih terus aktif, tetapi tidak mendapatkan tanggapan sama sekali. Saya sudah pasrah dan berusaha menguatkan hati untuk menerima yang telah terjadi serta menyiapkan diri untuk mengganti setiap kerugian yang timbul akibat kecerobohan saya," ujarnya.

Ia berharap apa yang dialaminya tersebut bisa menjadi pelajaran bagi pengguna Facebook lainnya. Modus yang sama bukan satu dua orang saja yang melakukannya, namun kini banjir di Facebook. Tentu tak semua toko onlien di Facebook fiktif. Pintar-pintarlah memilih toko online yang dipercaya. Andai tak mau membeli kucing dalam karung, membeli langsung secara offline saja.

sUMBER : kOMpas tekno
Continue Reading | komentar

Awas, Virus Stuxnet Juga Ancam Windows 7

Senin, 24 Januari 2011

Sejak tahun lalu, ancaman Stuxnet menjadi pembicaraan dunia dan para analisis serta vendor keamanan komputer. Membahayakan karena aksinya menembus sistem keamanan komputer berplatform SCADA (Supervisory Control And Data Acquisition) buatan perusahaan Siemens, sebuah sistem yang digunakan pada infrastruktur industri dan pabrik.

Berdasarkan statistik hingga akhir September 2010, Iran menjadi target serangan terbesar dengan persentase 52,2 persen, kemudian diikuti oleh Indonesia 17,4 persen, dan India 11,3 persen. Hal ini pula yang memicu dugaan bahwa Stuxnet dirancang untuk menyerang Iran khususnya infrastruktur industri dan pabrik seperti tenaga nuklir, dan lain-lain.

Tapi, jangan lengah karena sebenarnya Stuxnet juga mengancam jaringan dan komputer biasa yang tidak kalah berbahaya. Hati-hati khususnya buat Anda pengguna Windows Vista dan Windows 7. Stuxnet terbukti mampu membypass UAC (User Access Control) di Windows sehingga menjadikannya sakti mandraguna dan mampu menginfeksi dua sistem operasi tersebut.

Stuxnet yang pertama kali ditemukan Vaksincom, penyedia solusi keamanan di Indonesia, pada pertengahan Juni 2010, Stuxnet justru bukan menyerang SCADA. Serangan yang dilakukan menyerang komputer Windows yang bertujuan menggelembungkan harddisk seluruh komputer korbannya sehingga berapapun besarnya harddisk yang dimiliki, jika terinfeksi virus ini akan kehabisan tempat alias Low Disk Space.

Selain menyebabkan Low Disk Space, Stuxnet juga mematikan Print Sharing, membuat crash program aplikasi internal, sampai membuat komputer menjadi hang dan koneksi jaringan terputus.

Gilanya lagi, dalam menjalankan aksinya Stuxnet mengeksploitasi 5 celah keamanan Windows, termasuk kemampuan mem-bypass perlindungan UAC (User Access Control) yang sempat digembar-gemborkan sebagai perlindungan baru yang dapat memblok virus baru, sehingga notabene Windows Vista dan Windows 7 menjadi rentan terhadap serangan ini.

Manfaatkan Celah Windows

Masih ingatkah anda dengan worm Conficker yang menyerang pada akhir tahun 2008? Dan hingga saat ini penyebarannya masih saja belum habis di seluruh dunia. Worm ini mampu "mempermalukan" Microsoft, karena telah sanggup menginfeksi hampir seluruh platform Windows dengan hanya menyerang vulnerability dari Windows Server Service/RPC (MS08-067).

Lalu bagaimana dengan worm Stuxnet ? Worm Stuxnet sangat jelas merupakan salah satu worm yang menyerang sistem operasi dari Microsoft dan seperti halnya worm Conficker juga menyerang hampir seluruh platform Windows (baik itu perusahaan maupun individu / perorangan). Jadi, terlepas atau tidak sebuah perusahaan maupun individu menggunakan atau tidak menggunakan system SCADA akan tetap mendapatkan serangan dan efek dari worm Stuxnet. Hebatnya lagi, worm Stuxnet tidak hanya memanfaatkan celah keamanan RPC seperti Conficker tetapi juga menyerang 4 vulnerability dari Windows yang lain.

Beberapa celah keamanan yang ternyata sanggup dimanfaatkan oleh worm Stuxnet yaitu sebagai berikut :

· Windows Server Service / RPC (MS08-067) Dengan teknik yang sama seperti worm Conficker, memanfaatkan sistem Windows yang tidak update worm akan dengan mudah menginfeksi komputer.

· Windows Shell Icon Handler / LNK (MS10-046) Stuxnet merupakan salah satu worm yang memanfaatkan celah ini. Dengan memanfaatkan file shortcut, worm menginfeksi komputer dengan mudah.

· Windows Print Spooler / Spoolsv (MS10-061) Banyak kasus-kasus yang terjadi menurut pengamatan Vaksincom komputer menjadi bermasalah dengan Print Server atau share printer. Dan ternyata, worm Stuxnet juga mengeksploitasi Print Spooler dalam aksinya.

· Windows Win32K Layout Module (MS10-073) Salah satu celah baru dari Windows yang berhasil dilewati oleh Stuxnet. Dengan memanfaatkan file w32k.sys dan menginjeksinya, maka worm Stuxnet dapat memiliki hak administrator dan dengan mudah menginfeksi komputer sekalipun "digembar-gemborkan" memiliki perlindungan tambahan terhadap serangan virus atau lebih kebal virus.

· Windows Task Scheduler Celah ini digunakan untuk menembus sistem baru dari Windows Vista dan Windows 7 yaitu UAC (User Account Control). Dengan membuat file schedule task agar dengan mudah menginfeksi komputer. (Kabar buruknya, pada saat artikel ini dibuat celah ini belum disediakan patch dari Microsoft).

kompas tekno
Continue Reading | komentar

10 Viurs Ancaman Teratas Setahun Terakhir

Pertumbuhan varian-varian threat atau ancaman dari virus komputer dan sejenisnya makin canggih dan meluas. Tidak hanya ditujukan untuk satu platform saja, tetapi ke sistem operasi lain selain Windows. Hal ini menjadi penyebab bertambahnya kesibukan terkait dengan dunia maya.

Level pertumbuhan ancaman dalam berbagai bentuk mencapai tingkat yang tinggi dan nyaris membahayakan kehidupan manusia bahkan diprediksi akan memicu cyber war. Virus Stuxnet, misalnya, masuk ke sistem SCADA yang biasa dipakai di berbagai fasilitas infrastruktur seperti sistem otomasi pembangkit listrik, mesin industri, dan sebagainya. Bahkan, Stuxnet menyusup pula ke kantor fasilitas nuklir Iran dan berpotensi satu kekeliruan kecil saja mungkin dapat memicu bahaya nuklir.

Berikut ini adalah 10 malware teratas yang bergentayangan di jagat maya Indonesia yang berhasil terdeteksi oleh ESET Threat Sense Lab. Mungkin salah satu di antaranya menginfeksi komputer kita.

1. Win32/Conficker.AA Persentase Deteksi Tahun 2010: 6,85%

Win32/Conficker.AA adalah worm yang menyebar lewat folder bersama dan perangkat media bergerak. Worm ini masuk ke komputer dengan memanfaatkan kerentanan pada Server Service. Setelah Conficker.AA berhasil, komputer pengirim akan melakukan kontrol secara remote terhadap komputer korban yang telah terinfeksi lalu men-download.

2. Win32/Conficker.AE Persentase Deteksi Tahun 2010: 6,76%

Win32/Conficker.AE adalah worm yang juga merupakan salah satu varian dari Conficker.AA, dengan modus operandi penyebarannya menyerupai cara penyebaran Conficker.AA

3. Win32/Agent Persentase Deteksi Tahun 2010: 3,48%

Menurut deskripsi ESET NOD32 hasil deteksi malware ini sebagai malware generic, yang dikenal dikalangan keluarga besar malware dengan kemampuannya mencuri data milik user dari PC yang terinfeksi. Untuk melakukan hal tersebut malware biasaya akan menperbanyak dirinya kemudian menempatkan diri di dalam folder temporary dan menambahkan keys pada registry yang serupa dengan file malware tersebut atau mirip dengan file-file hasil meng-copy diri secara random itu tadi lalu menempatkan diri di folder-folder sistem operasi yang lain sehingga malware bisa "bekerja" di setiap kali sistem tersebut melakukan start up.

Malware tersebut mampu bermutasi menjadi serangkaian threat lain, penyebarannya melalui serangkaian perantara sehingga hampir tidak mungkin menghapusnya hanya dengan menggunakan satu cara saja. Untuk mencegahnya, gunakan perangkat keamanan yang baik dengan kelengkapan anti-malware, jangan lupa untuk selalu mem-patch, disable Autorun, dan yang tidak kalah penting adalah, pikir baik-baik sebelum anda meng-klik sesuatu.

4. Win32/Conficker.Gen Persentase Deteksi Tahun 2010: 3,26%

Win32/Conficker.Gen adalah salah satu varian dari Conficker yang memiliki kesamaan modus operandi dalam menginfeksi komputer korban. Demikian pula kerentanan yang dimanfaatkan juga sama yaitu kerentanan pada Server Service.

5. Win32/Conficker.X Persentase Deteksi Tahun 2010: 2,97%

Threat yang satu ini adalah worm yang menyerang komputer jaringan dan menyebar dengan memanfaatkan kerentanan pada sistem operasi Windows keluaran Microsoft. Kerentanan tersebut secara spesifik pada RPC subsystem dan dapat dimasuki secara remote oleh penyerang. Penyerang tersebut dapat melancarkan serangannya dengan tanpa menggunakan identitas yang valid. Threat ini mampu melakukan kontak dengan web server untuk men-download program-program jahat yang lainnya dengan menggunakan nama domain yang belum resmi.

6. Win32/VB Persentase Deteksi Tahun 2010: 2,74%

Worm Win32.VB dibuat dengan bahasa pemprograman Visual Basic dan mampu menyebar dengan cepat, tetapi masalah yang ditimbulkan tidak besar. Threat ini biasanya bekerja untuk menyebarkan spam. Karena risiko yang ditimbulkan tidak besar itulah, sebagian besar kasus Win32/VB bisa ditangani sendiri oleh user dengan menggunakan perangkat keamanan antivirus atau menghentikan pergerakannya di corporate gateways. Malware buatan dalam negeri banyak termasuk dalam jenis ini.

7. INF/Conficker Persentase Deteksi Tahun 2010: 2,14%

INF/Conficker adalah file autorun.inf yang menyebarkan worm Conficker. Hasil deteksi juga digunakan untuk mengurai serangkaian malware yang menggunakan file autorun.inf sebagai cara untuk masuk dan menginfeksi personal computer. File tersebut berisikan informasi program yang dikembangkan untuk mampu melakukan run secara saat perangkat bergerak (misal USB flash disk) dan perangkat lain yang sejenis diakses oleh user yang menggunakan PC berbasis Windows.

8. Win32/Alman.NAB Persentase Deteksi Tahun 2010: 2,08%

Virus yang menginfeksi file-file .EXE, dan menyebar melalui media yang dipakai secara bersama dalam sebuah jaringan komputer. Saat virus aktif, virus akan men-download program-program jahat lainnya. Virus ini juga bersifat rootkit. Virus akan menyembunyikan baik proses maupun file-file yang berhubungan dengan virus tersebut. Win32/Alman.NAB juga memiliki nama lain yaitu : Downloader.Agent.LZM, Trojan.DL.Agent.UJE, Virus:W32/Alman.B, W32/Almanahe, W32/QQPass.ADW.worm, W32/Rectix.A

9. Win32/Stuxnet.A Persentase Deteksi Tahun 2010: 2,02%

Win32/Stuxnet.A adalah worm yang menyebar luas lewat perangkat media bergerak. Modus operandi penyebaran worm ini juga dengan memanfaatkan kerentanan pada sistem operasi dari komputer yang dijadikan target serangan. Kerentanan yang dimanfaatkan adalah pada CVE-2010-2568. Stuxnet adalah salah satu jenis malware dengan target tertentu (targeted malware) yang cukup populer di tahun 2010 karena mentargetkan pada sistem otomatisasi SCADA yang banyak digunakan di industri.

10. INF/Autorun.gen Persentase Deteksi Tahun 2010: 1,91%

Deteksi terhadap INF/Autorun.Gen digunakan untuk menguraikan serangkaian malware yang menggunakan file autorun sebagai cara untuk mengonfirmasi komputer-PC target yang berhasil diserang. File tersebut berisikan informasi program yang dikembangkan untuk mampu melakukan run secara saat perangkat bergerak (misal USB flash disk dan perangkat lain yang sejenis diakses oleh user yang menggunakan PC berbasis Windows.

kompas tekno
Continue Reading | komentar

Exhaust Fan Lebih Menjanjikan

Cara paling praktis untuk mengusir udara panas di dalam ruangan memang memakai kipas angin. Namun, melihat jenisnya yang kini cukup banyak, perlu jeli juga lho memilihnya. Kalo tidak, bisa jadi kipas angin tak cukup mampu mengusir panas, malah juga memicu masuk angin.

Agustinus Widodo, konsultan IT PT TARAM yang juga menjadi konsultan dalam proyek Departemen Pekerjaan Umum mengatakan, pemilihan kipas angin tak cukup dengan melihat daya listrik yang dibutuhkan saja, tapi perlu juga melihat cara kipas angin bekerja menyejukkan udara.

"Kalau daya, kipas angin duduk, berdiri dan gantung itu hampir sama. Rata-rata 40 Watt. Kalau mau memilih salah satu di antaranya tinggal melihat tempatnya saja. Tapi sebenarnya, fan semacam itu tidak cukup efisien. Lebih efisien memakai exhaust fan," katanya. Namun, itu juga kalau memang tujuannya untuk mengusir panas di ruangan yang langsung berhubungan dengan udara luar.

Agus menjelaskan, kipas angin biasa hanya bekerja dengan memutar udara di sekitarnya. Jenis tersebut tidak dapat mengusir panas dari dalam ruangan. Jadi, yang dikerjakan oleh jenis konvensional itu hanya memutar udara di sekitarnya.

"Kalau saya lebih menyarankan memakai exhaust fan. Dayanya sama 40 Watt tetapi lebih efisien, lebih sejuk dan bersih udaranya. Sebabnya, kalau exhaust fan itu mengeluarkan udara panas yang ada di dalam ruangan dan membawa masuk udara sejuk ke dalam ruangan," papar Agus.

Meski demikian, memasang exhaust fan memang membutuhkan usaha lebih besar seperti membobok tembok dan memasangnya secara permanen. Kalau cuma sekadar mengusir panas saat berkeringat, kipas angin duduk atau berdiri lebih cocok. Nah, bagaimana, masih mau pakai kipas angin untuk ruangan?

kompas tekno
Continue Reading | komentar

Comment Via Facebook

Download

Download youtube Video

Random Post

.:: NEW COMMENT ::.

Popular Posts Today

Entertainment

IP

Pengunjung

ThirtyThirty hotel
Powered by Best Free Counters

Top Site

Top 100 Gadget Blogs

Followers

Download

Your Links


Top Site


 
Support : Creating Website | Johny Template | Maskolis | Johny Portal | Johny Magazine | Johny News | Johny Demosite
Copyright © 2011.
.:: IT HOME SOLUTION ::.
- All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website Inspired Wordpress Hack
Proudly powered by Blogger