Tampilkan postingan dengan label info Lain - lain. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label info Lain - lain. Tampilkan semua postingan

Komik Strip Google +1

Selasa, 05 April 2011

- +1 bukan sekedar upaya Google untuk menghadirkan fitur yang bersifat lebih "sosial' seperti tombol "Like" buatan Facebook yang sudah menyebar di pelosok-pelosok web.

Fitur tersebut juga untuk meningkatkan kualitas hasil pencarian search engine Google. Hasil pencarian diharapkan lebih relevan dengan hadirnya rekomendasi yang didapat dari di-klik-nya tombol "+1" ini. Para pemilik website mulai kini bisa mulai mendaftar untuk menerima pemberitahuan dari Google saat layanan +1 ini siap.

Bagi yang akrab dengan timeline Twitter, +1 ini mengingatkan kita juga kepada kebiasaan menulis +1, +100 dan + + lainnya yang sering digunakan tweeps untuk merekomendasikan atau mendukung isi dari suatu tweet. Sepertinya +1 ini bakal menjadi jargon dan kosa kata umum seperti layaknya istilah "Like this".

sumber : kompas tekno

Continue Reading | komentar

Animasi Coba Atasi Trauma Anak-anak terhadap Nuklir

Sabtu, 26 Maret 2011

Krisis darurat nuklir di Jepang karena masalah pada sejumlah reaktor nuklirnya di Fukushima membuat banyak orang panik. Tidak hanya di Jepang, tapi juga di seluruh dunia. Informasi yang simpang siur soal apa yang sebenarnya terjadi dan bagaimana dampaknya kadang digambarakan begitu menakutkan.

Bagi orang dewasa yang dapat mencari informasi lebih banyak dan cek ulang dari banyak sumber, hal tersebut mungkin bukan masalah. Namun, bagaimana dengan orang awam atau bahkan anak-anak, informasi yang terkesan menakut-nakuti bisa menimbulkan trauma di masa depan.

Karena itu, Jepang menggunakan karakter kartun untuk memberikan penjelasan mengenai bencana nuklir kepada anak-anak. Selain pengetahuan, kartun bernama "Nuclear Boy" itu diharapkan mengurangi ketakutan anak-anak terhadap nuklir. Nuclear Boy diciptakan membantu menjelaskan kondisi nuklir yang rumit dengan cara sederhana, bahkan dengan bumbu humor. Tujuan dari kartun ini juga meredakan ketakutan berlebihan yang mungkin berkembang di tengah masyarakat saat ini, setelah menghadapi bencana bertubi-tubi seperti gempa, tsunami, dan ledakan reaktor nuklir.

"Nuclear Boy", sesuai dengan namanya, mempresentasikan reaktor nuklir. Dalam video, diceritakan sang "Nuclear Boy" mengalami sakit perut sejak peristiwa gempa kuat, gempa yang menyebabkan ledakan salah pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima. Untuk menyembuhkannya didatangkan dokter yang membawa obat dari air laut dan Boron. Untuk menggambarkan radiasi dengan bau kentut yang berdampak sementara dan akan hilang dengan sendirinya.

Video dapat menimbulkan kebingungan ketika anak-anak itu beranjak dewasa dan mempelajari sains secara lebih lengkap. Tapi mereka mengakui, cara ini merupakan cara efektif untuk menerangkan apa yang terjadi tanpa memunculkan kepanikan. Video sudah diputar beberapa kali di televisi Jepang. Video pun dapat dilihat melalui YouTube. (National Geographic Indonesia/Gloria Samantha)

sumber :kompas tekno
Continue Reading | komentar

Perang Lawan Tuberkulosis

Jumat, 25 Maret 2011

Indonesia menempati urutan kelima dalam daftar negara dengan jumlah pasien tuberkulosis tertinggi di dunia. Sebelumnya Indonesia menduduki urutan ketiga setelah India dan China, kemudian urutan kelima karena jumlah kasus TB di Afrika Selatan dan Nigeria meningkat melebihi Indonesia.

Dari sisi jumlah, terjadi penurunan kasus baru tuberkulosis (TB). Kalau tahun 2007 total kasus tuberkulosis berjumlah 528.000 kasus, tahun 2008 berjumlah 429.730 kasus. Meski demikian, di Indonesia tuberkulosis masih menempati urutan kedua (7,5 persen) pola penyebab kematian semua umur (Riskesdas 2007) setelah stroke.

Penyakit sistem pernapasan menjadi urutan pertama dalam pola 10 penyakit terbanyak pada pasien rawat jalan di rumah sakit pada tahun 2008. Angkanya mencapai 469.067 dengan rasio perawatan 1,86.

Tuberkulosis adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis. Sebagian besar kuman tuberkulosis menyerang paru, tetapi dapat juga menyerang organ tubuh lain, seperti kelenjar, tulang, sistem saraf, sistem pencernaan, sistem reproduksi, dan lainnya.

Penyakit ini menyebar melalui percikan dahak yang beterbangan di udara. Berdasarkan perhitungan Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO), tuberkulosis menyumbang 6,3 persen dari total penyakit berbahaya di Indonesia dibandingkan dengan 3,2 persen di wilayah Asia Selatan.

Tuberkulosis sebagian besar menyerang usia produktif antara 15 dan 45 tahun sehingga selain meningkatkan angka morbiditas dan mortalitas, penyakit ini juga menurunkan produktivitas masyarakat. Peningkatan kasus infeksi HIV/AIDS juga berkorelasi dengan peningkatan kasus tuberkulosis ini. Data menunjukkan, 3 persen dari kasus baru tuberkulosis terjadi pada pasien dengan HIV positif. Padahal, beberapa daerah memiliki insiden HIV tinggi, seperti di Papua, Kalimantan Barat, Bali, Sumatera Utara, dan Jakarta.

Gambaran tuberkulosis pada HIV kadang-kadang tidak khas, terutama bila HIV-nya sudah lanjut, sehingga mungkin tidak terdiagnosis dan berdampak pada keterlambatan pengobatan. Selain itu, pemberian obat anti-TB bersamaan dengan pemberian obat antivirus (ARV) untuk menangani HIV-nya bisa meningkatkan efek samping. Itu sebabnya mengapa kematian pasien HIV lebih cepat karena infeksi tuberkulosis.

Tantangan pemberantasan

Tahun 1992 upaya pengobatan jangka pendek dengan pengawasan langsung (directly observed treatment short-course/DOTS) pertama kali dilakukan di Sulawesi. Menurut WHO, upaya ini telah menunjukkan keberhasilan dan telah diperluas dengan cakupan 98 persen pada tahun 2005 dan hampir 100 persen pada tahun 2007.

Namun, selain munculnya HIV/AIDS yang berkorelasi erat dengan tuberkulosis, tantangan lain pemberantasan penyakit ini adalah juga masalah resistensi obat atau

TB-multidrug resistance (TB-MDR), yaitu kuman tuberkulosis kebal atau resisten terhadap obat isoniazid (INH) dan rifampisin.

Rifampisin dan INH adalah dua obat TB yang sangat penting dan menjadi tulang punggung dalam pengobatan TB. Keduanya bersifat bakterisida yang artinya dapat membunuh kuman. Obat yang lain bersifat bakterostatik, yang fungsinya hanya menghambat pertumbuhan kuman.

Walau TB-MDR masih relatif rendah, jumlah kasus TB-MDR di Indonesia cukup mengkhawatirkan karena jumlah pasien TB cukup besar. WHO memperkirakan, ada 6.427 kasus TB-MDR dengan hasil dahak positif atau 2 persen dari kasus tahun 2007.

Dari kasus TB dengan pengobatan ulang (re-treatment), ada 20 persen kasus dengan TB-MDR. Meski sektor swasta juga melayani TB, sampai saat ini angka penjaringan dan keberhasilan tidak tercakup dalam sistem survei Program Penanggulangan TB. Kegagalan pengobatan termasuk terputusnya pengobatan dan penyalahgunaan obat anti-TB (OAT) di RS menjadi masalah dalam TB-MDR.

Insiden resistensi obat meningkat sejak diperkenalkannya pengobatan TB pertama tahun 1943. TB-MDR muncul seiring dengan mulai digunakannya rifampisin secara luas tahun 1970-an. WHO Stop TB Department memperkirakan insiden (termasuk kasus baru dan pengobatan ulang) yang terjadi di dunia pada tahun 2003 ada 458.000.

Kasus TB-MDR terjadi karena perbuatan manusia, yaitu tenaga kesehatan yang memberikan obat tanpa penyuluhan dan pengembangan motivasi yang cukup kepada pasien sehingga pasien tidak berobat secara teratur atau tidak menyelesaikan pengobatan (putus berobat). Di sisi lain, masih ada petugas kesehatan yang tidak memberikan obat dengan tepat, baik dalam jumlah, jenis, maupun dosis.

Kenyataan di lapangan juga menunjukkan, obat ternyata tidak diberikan sesuai kriteria. Padahal, obat untuk pasien kasus baru tidak sama dengan obat untuk pasien putus berobat. Obat kasus kambuh tidak sama dengan kasus gagal pengobatan.

Adapun kesalahan pasien adalah tidak makan obat sesuai petunjuk. Yang umum terjadi adalah mereka mengurangi jumlah obat atau dosis karena ada efek samping atau menghentikan pengobatan sebelum waktunya karena merasa sudah sembuh.

Dalam upaya pemberantasan ini, Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) menerapkan ISTC (International Standard Tuberculosis Care). ISTC adalah program dari WHO bersama ATS (American Thoracic Society) dan organisasi dunia lain yang bergerak di bidang tuberkulosis. ISTC membantu menegakkan diagnosis TB lebih tepat dan lebih akurat sehingga pengobatan juga lebih pas.

sumber : kompas Healt

Continue Reading | komentar

Sarapan, Energinya Otak

Sesibuk apa pun, selalu luangkan waktu untuk sarapan. Apalagi jika hari ini Anda akan menghadapi ujian atau pekerjaan yang membutuhkan konsentrasi tinggi. Penelitian menunjukkan pelajar yang rutin makan pagi memiliki daya ingat dan konsentrasi lebih baik dibanding yang berangkat dari rumah dengan perut kosong.

Ketika kita tidur malam selama 8-10 jam, tubuh akan menghabiskan cadangan glukosa dalam tubuh. Di pagi hari, penurunan glukosa ini bisa menyebabkan rasa mengantuk, kurang waspada serta hilangnya konsentrasi.

Kendati begitu, menu sarapan sebaiknya tidak berlebihan. "Kalau sarapannya terlalu banyak, semua aliran darah akan menuju ke saluran cerna dan hanya sedikit yang mengalir ke otak sehingga kita malah mengantuk," kata dr.Inge Permadhi, Sp.GK, ahli gizi dari Departemen Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Menu sarapan yang bisa dikategorikan sebagai "bahan bakar" otak adalah yang kaya serat, mengandung karbohidrat serta vitamin.


sumber : kompas healt
Continue Reading | komentar

Mau Tahu Siapa Yang Memiliki Tanah Terluas Didunia,Ini Dia

Mau Tahu Siapa Yang Memiliki Tanah Terluas Didunia,Ini Dia – Business Insider baru-baru ini memberitakan beberapa pemilik tanah terluas didunia.Diketahui beberapa diantaranya adalah orang-orang ternama didunia.Salah satunya Ratu Inggris, yang memiliki sejumlah lahan di Kanada dan Australia. Juga miliarder Amerika Serikat (AS) Ted Turner dan keluarga Irving asal Kanada.

Berikut 10 pemilik lahan terluas di dunia :

1. Ratu Elizabeth II(Inggris)
Ratu Inggris ini tercatat memiliki tanah terluas di dunia, yakni seluas 6,6 miliar ha, termasuk Inggris, Irlandia Utara, Kanada, Australia, dan beberapa tempat lainnya. Yang tak kalah pentingnya adalah lahan di Falkland Islands.

Elizabeth II tercatat cukup lama mempertahankan gelar Kerajaan Persemakmuran Inggris.

2. Raja Abdullah (Arab Saudi)
Pewaris takhta Raja Fahd ini berhasil menduduki urutan kedua orang paling banyak memiliki lahan di dunia. Kerajaannya mengontrol penuh atas 830 ribu mil persegi lahan kaya minyak di Kerajaan Arab Saudi, dengan total produk domestik bruto (PDB) sekitar US$618 miliar pada tahun lalu.

3. Raja Bhumibhol (Thailand)
Ia tercatat memiliki lahan seluas 128 juta ha di Thailand, termasuk garis pantai wisata yang ramah dan kota-kota dengan ekonomi yang kuat.

Bhumibhol menjadi Raja Thailand sejak 1950 atau 11 tahun setelah negara itu berubah nama dari Siam menjadi Thailand. Ia adalah raja terlama di Asia dan sangat populer di Thailand. Terbukti, desas-desus kesehatannya yang menurun menyebabkan goncangan pasar keuangan di Thailand pada 2009.

4. Sultan Qaboos (Oman)
Sultan ini menguasai gurun yang ditempati sebagian besar bangsa Oman, termasuk pelabuhan-pelabuhan di sepanjang Pantai Sur. Pelabuhan ini menjadi pintu masuk utama perdagangan di wilayah tersebut.

Qaboos adalah penguasa Oman dan kepala militer di negara tersebut. Selain itu, ia adalah pemimpin yang dinilai negara tetangganya cukup kebarat-baratan.

5. Raja Abdullah II (Yordania)
Ia diketahui memiliki lahan sekitar 35.637 mil persegi dari Kerajaan Yordania, yang masuk dalam keanggotaan Liga Arab dan Organisasi Perdagangan Dunia.

Abdullah adalah penerus Raja Hussein yang sangat populer. Ia adalah generasi penerus Hussein, yang merupakan salah satu sekutu Amerika Serikat ‘paling setia’ di wilayah Timur Tengah. Saat ini, mereka juga sedang menghadapi realitas gejolak politik di kawasan Timur Tengah.

6. Emir (Kuwait)
Ia tercatat menguasai lahan seluas 4,4 juta ha, dari sekitar tujuh juta hektare yang ditempati bangsa Kuwait.

Emir adalah pewaris tahta Kerajaan Kuwait yang berhasil menjalankan roda negara dengan baik. Namun, tidak semua tanah di Kuwait di bawah kendalinya. Sebab, sebagian dari lahannya berfungsi sebagai pangkalan militer Amerika.

7. Raja Swaziland Mswati
Raja di negara kecil Selatan Afrika ini memiliki lahan seluas 6.704 mil persegi di Swaziland.Negara itu tercatat sebagai salah satu “Monarki Absolute” terakhir di dunia. Sebab, Raja Mswati secara harfiah memiliki apa pun dari bangsa Afrika Selatan itu. Jadi, tidak ada hak atas tanah menurut hukum nasional negara tersebut yang tidak berada di bawah penguasaannya sebagai seorang raja.

8. James,Arthur Dan John Irving
Keluarga Irving ini memiliki tanah seluas 3,6 juta ha di Maine, New Brunswick, dan Nova Scotia (provinsi di Kanada). Kepemilikan lahan yang sangat luas ini membuat mereka menjadi pemilik lahan terluas di negara bagian dan provinsi di Kanada.

Sebagai ahli waris perusahaan JD Irving Group, tiga bersaudara Kanada ini juga mendapat warisan ribuan kilometer persegi lahan hutan yang hasilnya digunakan perusahaan sebagai bahan kertas dan bubur kertas yang merupakan bagian dari portofolio bisnis mereka yang sangat beragam.

9. Sheik Hamad Bin Khalifa (Qatar)
Sebagai seorang raja yang memimpin sebuah negara, ia dianggap memiliki tanah yang sangat luas di Qatar. Sheik Hamad diketahui memiliki lahan seluas 4.415 mil.

Sheik Hamad Bin Khalifa merupakan tokoh modernisasi di Qatar dan menjadi pemimpin di Timur Tengah yang disukai negara Barat sejak ia mengambil tahta kekuasaan pada 1995.

10. Ted Turner
Miliarder AS ini memiliki luas tanah mencapai dua juta hektare. Di Amerika, ia memiliki ribuan mil persegi lahan untuk berburu, tepatnya di Georgia dan Montana. Ia juga memiliki sekitar 11 ribu ha tanah di Patagonia, Argentina.

sumber : i-berita.com
Continue Reading | komentar

Comment Via Facebook

Download

Download youtube Video

Random Post

.:: NEW COMMENT ::.

Popular Posts Today

Entertainment

IP

Pengunjung

ThirtyThirty hotel
Powered by Best Free Counters

Top Site

Top 100 Gadget Blogs

Followers

Download

Your Links


Top Site


 
Support : Creating Website | Johny Template | Maskolis | Johny Portal | Johny Magazine | Johny News | Johny Demosite
Copyright © 2011.
.:: IT HOME SOLUTION ::.
- All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website Inspired Wordpress Hack
Proudly powered by Blogger