Google Rancang Kacamata Berbasis "Augmented Reality"

Kamis, 05 April 2012

Project Glass, proyek kacamata pintar dari Google

Mengubah fiksi ilmiah menjadi sebuah kenyataan, itulah yang selama ini menjadi motivasi Google di setiap proyek barunya. Kali ini, Google secara resmi mengumumkan proyek yang selama ini dirahasiakan, yakni sebuah kacamata pintar.

Proyek ini dijuluki Project Glass yang akan menciptakan kacamata Augmented Reality (AR). Google menjanjikan, kacamata ini bisa melakukan banyak hal (multi-tasking) seperti sebuah smartphone.

Dalam sebuah video konsep berjudul "Project Glass: One day..." yang dirilis Rabu (4/3/2012), Google menunjukan bagaimana kacamata pintar mampu memotret, menunjukan arah melalui Google Map, check-in lokasi, membuat jadwal janji, bahkan melakukan video chatting.

Ya, semua semua aktivitas itu akan muncul di lensa kacamata, tepat di depan mata penggunanya. Desain kacamatanya pun dibuat trendi.

Namun, perusahaan raksasa mesin pencari ini belum memberi bocoran mengenai fiturnya dan bagaimana cara mengontrolnya, karena Google ingin menampung saran dari semua orang yang peduli dengan proyek ini.

"Kami mengumumkan proyek ini sekarang, karena kami ingin menjalin komunikasi dan menerima masukkan berharga dari Anda semua," tulis Babak Parviz, Steve Lee dan Sebastian Thrun pada halaman Project Glass di Google+.

Belum ada kepastian juga apakah kacamata ini akan menggunakan sistem operasi Android, seperti kacamata pintar Moverio BT-100 yang telah dirilis Epson.

Untuk mengetahui proyek macam apa yang sedang dikerjakan Google, silakan tonton video konsepnya.


sumber : kompastekno

Continue Reading | komentar

Google Bangun "Data Center" di Taiwan

telepgraph.co.uk
Kantor pusat Google di California

telah memulai pembangunan data center di Taiwan. Data center tersebut akan melengkapi dua data center yang telah dibangun sebelumnya, yaitu di Singapura dan Hongkong.

Seperti dilansir The Next Web, Google telah menggelontorkan biaya investasi untuk pembangunan ketiga data center tersebut sebesar 700 juta dollar AS. Khusus pembangunan data center di Taiwan akan menelan dana sekitar 300 juta dollar AS.

Google mengharapkan data center di Taiwan ini bisa diuji coba pada semester kedua 2012. Jika sudah beroperasi, Google akan mempekerjakan sekitar 25 karyawan dengan sejumlah posisi secara paruh waktu dan sebagian kontrak.

Sementara alasan Google membangun data center di ketiga negara tersebut adalah ingin memperkuat posisi bisnis Google di Asia. Hal itu disebabkan penggua internet di Asia memerlukan akses internet yang lebih cepat dan ingin mendapatkan produk dan jasa yang lebih dari yang saat ini ada.

Presiden Google Asia Pasifik Daniel Alegre menjelaskan bahwa pertumbuhan populasi Web di negara kawasan tersebut akan menjadi fokus dari Google ke depan.

"Banyak pengguna internet baru datang dari penduduk di Asia dibandingkan negara lain di dunia. Itulah sebabnya kami membangun data center di Asia," katanya.

Walau bukan pertama kali membangun data center, Google akan menerapkan metode berbeda dalam pemeliharaan data center di Asia khususnya di Taiwan. Nantinya, Google akan menggunakan sistem pendingin sepanjang waktu dan sistem penyimpanan energi thermal.

Penggunaan teknologi tersebut akan menyebabkan sistem pendinginan bisa lebih efisien di malam hari. Sementara, temperaturnya tetap rendah dan bisa menghasilkan daya yang lebih besar.

"Saat cuaca yang panas di Taiwan, maka daya yang diperlukan untuk mendinginan data center akan lebih besar. Tapi kami menyiasatinya dengan mengalirkan air ke seluruh ruangan agar suhu tetap dingin," jelasnya.

Pengguna internet di Asia biasanya sering diabaikan oleh perusahaan web besar. Tapi Google mengklaim bahwa pihaknya berinisiatif untuk membangun kantor baru di Thailand dan Indonesia. Sehingga Google telah menempatkan kantornya di 12 negara di kawasan Asia Pacifik.

Google berjanji akan membangun data center baru tahun depan. Hal itu dilakukan untuk memperkuat pasar Google di negara tersebut. Apakah Indonesia yang dimaksud oleh Google tersebut?


sumber : kompas tekno

Continue Reading | komentar

Waspadai Spam yang Menyerang Pengguna Instagram

symantec
Screenshot Spam di Instagram

Tak bisa dipungkiri pengguna Instagram jadi semakin banyak dengan hadirnya aplikasi tersebut di platform Android, yang digunakan pada banyak ponsel dari berbagai vendor.

Hal ini rupanya bagaikan sebuah undangan bagi pelaku spam yang meluncurkan kampanye dengan sasaran pengguna Instagram.

Seperti disampaikan dalam blog resmi Symantec, pelaku mengirimkan komentar pada foto pengguna Instagram yang isinya seakan-akan si pengguna bisa mendapatkan hadiah tertentu.

Komentar itu tidak lain hanya sebuah upaya pelaku untuk mendapatkan data-data pribadi pengguna. Termasuk nomor telepon pengguna yang akan didaftarkan pada sebuah layanan berlangganan.

Tautan ke halaman yang hendak mencuri data pribadi itu disembunyikan di balik layanan pemendek URL. Hal ini akan mengaburkan tanda-tanda bahwa alamat yang dituju sebenarnya menipu.

Symantec mengatakan telah melaporkan hal ini dengan Instagram dan pihak lain yang dicatut namanya. Pihak Instagram meminta penggunanya untuk waspada.

Hal lain yang bisa dilakukan pengguna adalah melaporkan akun yang dianggap penyebar spam atau palsu. Hal ini bisa dilakukan lewat aplikasi Instagram dengan mengklik icon di pojok kanan atas profil pengguna yang mau dilaporkan.

sumber : kompastekno

Continue Reading | komentar

600.000 Komputer Mac Diserang Trojan

Justin Sullivan/Getty Images/AFP
Apple memamerkan MacBook Air model baru dengan ukuran 13 inci dan 11 inci serta sistem operasi Mac OS X Lion.

Komputer bersistem operasi Mac dari Apple diserang sebuah program jahat dari variasi trojan bernama Flashback. Jumlah Mac yang terinfeksi terus bertambah di seluruh dunia.

Kabar ini diumumkan oleh perusahaan antivirus Dr Web asal Rusia pada Rabu (4/4/2012). Awalnya, Dr Web mengatakan, ada 550.000 komputer Mac yang terinfeksi karena pertumbuhan botnet Mac.

Kemudian analis dari Dr Web, Sorokin Ivan, mengabarkan lewat akun Twitter-nya bahwa jumlah komputer yang terinfeksi meningkat jadi 600.000 Mac.

Pengguna Mac yang paling banyak terinfeksi berasal dari Amerika Serikat, sebesar 303.449 unit atau 57 persen, meliputi iMac, Mac Pro, dan MacBook. Kemudian, Kanada sebesar 106.379 atau unit 20 persen, diikuti Inggris dan Australia di posisi 3 dan 4.

Dr Web menemukan trojan Flashback ini telah ada sejak September 2011, yang menyamar sebagai file instalasi Adobe Flash Player. Varian baru Flashback muncul akhir pekan lalu dan mulai menyerang keamanan Java di Mac.

Ketika terinstal, Flashback menyerang kode ke browser web dan aplikasi lainnya. Bahkan, Flashback mampu mencuri password dan informasi pengguna.

Apple langsung mengambil langkah dengan menyediakan halaman khusus penjelasan masalah trojan Flashback ini. Pengguna Mac diminta untuk meng-update komponen Java dengan file yang dapat diunduh dari http://support.apple.com/downloads/.

Perusahaan keamanan F-Secure pun mencoba memberi solusi untuk mengetahui apakah sebuah Mac terinfeksi Flashback atau tidak. Instruksinya bisa dibaca dari tautan ini.

sumber : kompastekno


Continue Reading | komentar

Keran Android Dibuka, Instagram Kebanjiran "Download"

Screenshot Aplikasi Instagram untuk Android

Setelah resmi hadir di Android, aplikasi editing dan sharing foto Instagram yang selama ini digunakan pengguna perangkat iOS langsung menjadi aplikasi primadona pengguna Android.

Kurang dari 24 jam setelah dirilis pada Selasa (3/4/2012), Instagram diunduh lebih dari 1 juta kali di toko aplikasi online Google Play.

Sebelum dirilis, Instagram telah membuka registrasi e-mail bagi pengguna Android yang ingin menjadi pengguna awal Instagram pada akhir Maret 2012. Aplikasi yang didirikan oleh Kevin Systrom dan Mike Krieger menarik perhatian 430.000 pengguna Android yang mendaftar.

Dan, ketika Instagram resmi tersedia di Google Play, ada 2.000 pengguna per menitnya yang melakukan sign-up akun Instagram. Hal ini membuat karyawan Instagram mengawasi baik-baik server mereka. Ada kekhawatiran server tidak mampu menampung ledakan pengguna.

Pengguna Android akan bergabung dengan 30 juta pengguna Instagram dari pengguna iOS (iPhone, iPad, iPod Touch) yang telah menghasilkan 5 juta foto per harinya.


sumber : kompastekno

Continue Reading | komentar

PHK di Yahoo Indonesia Terendus Lewat Twitter

Tanda bahwa Yahoo Indonesia terkena imbas pemutusan hubungan kerja (PHK) global terungkap di akun Twitter. Salah seorang karyawan Yahoo Indonesia menyampaikan curhat soal nasibnya yang kini tak lagi jadi karyawan Yahoo.


Kompas.com sengaja menyembunyikan nama ataupun akun Twitter orang tersebut atas alasan privasi. Posting-an di Twitter menunjukkan indikasi bahwa Yahoo Indonesia juga terkena imbas program pemecatan global yang dilakukan Yahoo.

Pada tweet pertamanya, akun tersebut menyatakan, dirinya saat ini sudah resmi menjadi salah satu dari alumni Yahoo. Artinya, ia sudah tidak lagi bergabung dengan Yahoo.

Selanjutnya, akun tersebut tampak menjawab beberapa mention dari rekannya yang mencoba melakukan konfirmasi. Dalam kesempatan itu, sekurang-kurangnya dua kali ia menyebutkan kata-kata "global layoff".

Kemudian, ia juga akhirnya mengucapkan kata perpisahan dengan menyebut bahwa ia akan merindukan tim dan atasannya. Mereka, sebut akun itu, adalah tim terbaik yang pernah didapatkannya.

Seperti diberitakan sebelumnya, untuk menyelamatkan masa depan perusahaan, Yahoo Inc akhirnya mengambil pilihan melakukan PHK terhadap 2.000 karyawannya dari total 14.100 karyawan saat ini. Demikian pernyataan resmi yang dirilis Yahoo! pada Rabu (4/4/2012).

Budi Putra, mantan Country Editor Yahoo Indonesia, sebelumnya telah mengatakan kepada Kompas.com via e-mail bahwa nasib Yahoo Indonesia bergantung kepada Yahoo Regional Asia Tenggara.

Hingga berita ini ditulis, Yahoo Regional Asia Tenggara belum memberikan keterangan pers resmi apakah Yahoo Indonesia mendapat imbas dari PHK global ini। Upaya untuk menghubungi pihak Yahoo pun masih belum membuahkan hasiल।

sumber : kompastekno



Continue Reading | komentar

Windows Phone Sedang "Haus" Aplikasi

Selasa, 27 Maret 2012

Nokia Lumia 800

KOMPAS.com - Aplikasi, menjadi hal penting untuk keberlangsungan ekosistem sebuah sistem operasi. Microsoft dan Nokia, yang sedang fokus mengembangkan Windows Phone, sangat membutuhkan ketersediaan aplikasi untuk menandingi iOS dari Apple dan Android dari Google.

Aplikasi populer saat ini memang sudah tersedia untuk Windows Phone. Namun itu saja tidak cukup. Pengguna butuh aplikasi baru nan inovatif untuk mendukung aktivitas mereka sehari-hari.

Entah mengapa, Windows Phone belum menarik perhatian para pengembang aplikasi. Menurut survei perusahaan software open source Appcelerator dan lembaga riset IDC, ketertarikan para pengembang aplikasi untuk menciptakan aplikasi Windows Phone hanyalah 37%.

Sementara ketertarikan para pengembang aplikasi kepada iOS dan Android, masing-masing mencapai 89% dan 79%.

Di Windows Phone Marketplace, saat ini jumlah aplikasinya sudah melebihi 65 ribu aplikasi. Angka ini memang melampaui aplikasi di BlackBerry App World. Namun, jumlah tersebut masih jauh dari total ketersediaan aplikasi di Google Play dan Apple App Store.

Ketersediaan aplikasi di iOS dan Android, menjadi kunci sukses yang telah membawa keduanya sebagai pemimpin di pasar smartphone global.

Untuk meningkatkan ketersediaan aplikasi, Microsoft dan Nokia berencana meninvestasikan 23,9 juta dollar AS untuk program pengembangan aplikasi perangkat mobile yang diberi nama AppCampus, di Aalto University, Helsinki, Finlandia. Program ini berjalan mulai bulan Mei, selama tiga tahun ke depan.

AppCampus dibentuk untuk mendorong penciptaan aplikasi mobile untuk ekosistem Windows Phone, serta platform Nokia lainnya. Langkah ini menggarisbawahi keseriusan kedua perusahaan untuk memenuhi kebutuhan aplikasi pihak ketiga di Windows Phone.

Bagi Microsoft, Windows Phone adalah sebuah produk yang menjanjikan karena perkembangan perangkat mobile saat ini begitu menjanjikan. Sedangkan Nokia, menaruh harapan besar kepada Windows Phone untuk berjuang merebut kembali pasar ponsel global yang saat ini didominasi oleh Apple dan Samsung.


sumber : kompastekno

Continue Reading | komentar

Tanpa Membeli, Perusahaan Bisa "Upgrade" Kemampuan Komunikasi

Gokhan Okur/sxc.hu
Pesawat telepon masa lalu

KOMPAS.com - Perusahaan besar butuh biaya besar untuk mengupgrade kemampuan komunikasi mereka agar sesuai kemajuan zaman. Ini karena infrastruktur lawas yang ada sudah terlanjut tersebar luas.

Sebenarnya, perusahaan tak perlu membeli dan mengganti seluruhnya. Salah satu yang bisa dilakukan perusahaan adalah melakukan alih daya alias outsourcing.

Avaya menawarkan layanan tersebut di bawah label Avaya Communications Outsourcing Solutions (COS). Layanan ini akan mengambil alih tugas pengelolaan seluruh operasional komunikasi perusahaan.

Ini artinya, kemampuan komunikasi terbaru hingga perangkat-perangkat lawas akan dikelola oleh Avaya. Perusahaan pun cukup memanfaatkannya saja.

Menurut keterangan yang diterima Kompas.com, Selasa (25/3/2012), ada dua jenis perusahaan yang jadi sasaran layanan COS tersebut:

  1. Perusahaan yang siap beralih dari infrastruktur lawas namun terbatas dari sisi anggaran
  2. Perusahaan yang belum siap beralih, tapi ingin melakukan penghematan dengan infrstruktur yang sudah ada


Eric Goodness, research vice president, managed services, Gartner, Inc., mengatakan sangat penting bagi perusahaan besar untuk meng-upgrade kemampuan komunikasi mereka.

Menurut Goodness, semakin banyak perusahaan besar yang ingin melakukan itu namun dengan model dialihdayakan ke pihak lain. Inilah peluang yang kemudian diburu perusahaan seperti Avaya.


sumber : kompastekno

Continue Reading | komentar

Gara-Gara "Hacker", Australia Larang Huawei

Pemerintah Australia melarang keikutsertaan Huawei, dalam proyek pembangunan jaringan internet berkecepatan tinggi nasional.

Ini didasari kekhawatiran pemerintah Australia tentang serangan cyber yang berasal dari China. Karena Huawei adalah perusahaan asal China, mereka pun kena getahnya.

Perdana Menteri Australia Julia Gillard mengatakan, keputusan tersebut merupakan langkah bijaksana dalam perencanaan jaringan internet.

Belakangan, memang cukup banyak usaha pembajakan cyber yang dilakukan para hacker asal Beijing terhadap perusahaan-perusahaan negara barat.

Peran Huawei dan perusahaan China lainnya, yang produknya terpasang di infrastruktur telekomunikasi negara barat, disebut tidak memberi keamanan telekomunikasi.

Huawei kini dikenal sebagai produsen terbesar untuk peralatan switching yang menjadi komponen penting dalam jaringan telepon dan data.

Kendati demikian, Huawei menolak pendapat bahwa alat-alatnya berisiko dari sisi keamanan. Huawei mengklaim, mereka telah mendapat kepercayaan dari operator telekomunikasi global.

Hubungan Beijing dengan pemerintah negara barat mulai merenggang lantaran banyak keluhan serangan hacking yang ternyata berasal dari China. Serangan itu banyak ditujukan ke perusahaan minyak, teknologi, dan lainnya.

Kongres di Amerika Serikat menyatakan, akan menyelidiki apakah alat-alat dari perusahaan alat jaringan telekomunikasi asal China, menjadi penyebab banyaknya serangan hacking ke AS.

Pihak Huawei menyatakan kekecewaannya terhadap keputusan pemerintah Australia. Huawei telah beroperasi di Australia sejak 2004, dan telah bekerja sama dengan operator seluler di negara kangguru itu.

"Huawei akan tetap terbuka dan transparan, serta bekerja menemukan cara untuk memberi jaminan keamanan teknologi kami," demikian pernyataan Huawei.

Huawei sendiri didirikan oleh seorang insinyur yang juga mantan anggota militer China pada 1987. Kendati demikian, mereka mengaku tidak punya koneksi dengan militer, seperti yang dikhawatirkan negara-negara barat.

Sebelumnya, pemerintah Australia dan Huawei bekerja sama membangung jaringan serat optik pada 2010, untuk memberikan akses internet kecepatan tinggi di rumah warga Australia.

Tak hanya Australia, Huawei juga sedang membangun jaringan serupa di Inggris, Selandia Baru, Singapura, Malaysia dan negara lainnya.

Saat ini, Huawei mengklaim peralatannya telah digunakan di 140 negara. Perusahaan yang berbasis di kota Shenzen ini, melaporkan pendapatannya pada semester pertama tahun 2011 telah mencapai 98,3 miliar yuan atau sekitar Rp 142,2 triliun.

sumber : kompastekno
Continue Reading | komentar

Comment Via Facebook

Download

Download youtube Video

Random Post

.:: NEW COMMENT ::.

Popular Posts Today

Entertainment

IP

Pengunjung

ThirtyThirty hotel
Powered by Best Free Counters

Top Site

Top 100 Gadget Blogs

Followers

Download

Your Links


Top Site


 
Support : Creating Website | Johny Template | Maskolis | Johny Portal | Johny Magazine | Johny News | Johny Demosite
Copyright © 2011.
.:: IT HOME SOLUTION ::.
- All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website Inspired Wordpress Hack
Proudly powered by Blogger